Rabu, 15 April 2020

Tugas Puisi terlengkap dari pengertian, jenis dan lain lain Yuk masuk


1.      Pengertian Puisi
Puisi datang dari bahasa Yunani, yaitu Poet yang berarti orang yang mencipta sesuatu lewat imajinasi. Puisi mengungkap perihal fikiran serta perasaan dari seseorang penyair dengan cara yang imajinatif. Pikiran serta perasaan sang penyair kemudian disusun dengan fokus pada kekuatan bahasanya dengan struktur fisik dan batinnya. Puisi merupakan sebuah karya sastra yang menggunakan kata-kata yang indah serta kaya akan makna dan arti. Dapat disimpulkan bahwa puisi adalah sebuah karya sastra berwujud tulisan yang didalamnya terkandung irama, rima, ritma dan lirik dalam setiap baitnya.

2.      Ciri – ciri puisi
      Dalam penyusunan puisi, unsur – unsur bahasa harus dirapikan, diperindah, serta ditata sebaik-baiknya dengan memerhatikan irama serta bunyi.
-          Bahasa yang dipakai berbentuk konotatif.
-           Dalam puisi ada pemadatan dari seluruh unsur kemampuan bahasa
-          Puisi mengungkap fikiran serta perasaan dari penyair berdasar pada pengalaman serta berbentuk imajinatif.

3.      Unsur-unsur Puisi
Pada umumnya unsur-unsur puisi dapat dibagi berdasarkan strukturnya menjadi dua jenis yakni struktur fisik dan struktur batin.

4.      Struktur Fisik Puisi
·         Tipografi: Tipografi merupakan bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata, tepi kiri kanan, dan tidak memiliki pengaturan baris hingga pada baris puisi yang tidak selalu diawali huruf besar (kapital) dan diakhiri dengan tanda titik. Namun hal semacam ini dapat menentukan pemaknaan dari suatu puisi.
·         Diksi: Diksi adalah pemilihat kata yang digunakan oleh sang penyair didalam puisinya. Karena puisi bersifat memiliki bahasa yang padat maka pemilihan kata yang sesuai dan mengandung makna harus dilakukan. Pemiilihan kata dilakukan dengan mempertimbangkan irama, nada, dan estetika (keindahan bahasa).
·         Imaji: Imaji atau yang lebih kerap disebut denganimajinasi merupakan unsur yang melibatkan penggunaan indra manusia, seperti imaji penglihatan, imaji suara dan lain sebagainya. Penggunaan imaji bertujuan agar pembaca maupun pendengar dapat berimajinasi atau membayangkan bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.
·         Kata Konkret: kata konkret adalah kata yang memungkinkan terjadinya imaji, Kata konkret seperti permata senja dapat berati pantai atau tempat yang sesuai untuk melihat datangnya senja. Kata konkret bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji.
·         Gaya Bahasa: Gaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang bersifat seolah olah menghidupkan  dan menimbulkan makna konotasi dengan menggunakan bahasa figuratif. Umumnya gaya bahasa yang digunakan pada puisi berbentuk majas seperti majas metafora, simile, anafora, paradoks dan lain sebagainya.
·         Irama/Rima: Irama atau rima adalah persamaan bunyi di awal, tengah maupun akhir puisi.


5.      Struktur Batin Puisi
o   Tema, merupakan unsur utama pada puisi karena tema berkaitan erat dengan makna yang dihasilkan dari suatu puisi. Tanpa tema yang jelas tentunya akan menghasilkan puisi yang tidak jelas maknanya.
o   Topik adalah ide atau inspirasi yang menempati tempat paling utama dalam satu narasi. Tiap-tiap puisi cuma mempunyai satu topik.
o   Nada, berkaitan dengan sikap penyair terhadap pembacanya. Umumnya nada yang digunakan akan bervariasi seperti nada sombong, nada tinggi, nada rendah dan lain sebagainya.
o   Amanat, merupakan pesan yang terkandung didalam sebuah puisi. Amanat dapat ditemukan dengan memaknai puisi tersebut secara langsung.

6.      Jenis-jenis puisi
1)      Puisi Lama, disebut sebagai puisi terikat. Puisi lama adalah puisi yang di ciptakan pada saat sebelum pujangga baru terikat oleh ketentuan – ketentuan. Ketentuan yang disebut yakni jumlah baris dalam bait, jumlah kata dalam baris, serta jumlah suku kata ataupun rima.
Pantun adalah satu diantara puisi lama. Pantun mempunyai ciri – ciri sebagai berikut
*   Satu bait terbagi dalam empat baris.
*   Baris pertama serta baris ke-2 adalah sampiran.
*   Satu baris terbagi dalam delapan s/d dua belas suku kata.
*   Bersajak a – b – a – b.
*   Baris ketiga serta baris ke empat adalah isi.
Pantun berdasar pada isi, dibedakan jadi :
-       Pantun anak muda. Adalah satu diantara jenis pantun yang berisikan mengenai nasib dagang, perjumpaan, perpisahan, asmara, jenaka, serta iba hati.
-       Pantun orangtua. Adalah satu diantara jenis pantun yang berisikan nasihat, kebiasaan istiadat, serta agama.
-       Pantun anak – anak. Adalah satu diantara jenis pantun yang berisikan mengenai perasaan yang senang atau suka ria.

Syair, adalah jenis puisi lama yang datang dari daerah Arab. Ciri – ciri dari syair, yakni seperti berikut :
Ø Satu baris ada delapan s/d dua belas suku kata.
Ø Satu bait terbagi dalam empat baris.
Ø Bersajak a – a – a – a.
Ø Baris pertama s/d baris ke empat adalah isi.

Karima atau pantun kilat. Karima mempunyai ciri –ciri seperti berikut.
ü Baris pertama adalah sampiran.
ü Baris ke-2 adalah isi.
ü Ada dua bari dalam satu bait.
ü Sajak a – a.

Gurindam adalah type puisi lama yang datang dari daerah Tamil atau India. ciri –ciri dari gurindam, yakni :

§  Baris pertama adalah sampiran.
§  Baris ke-2 adalah isi.
§  Puisi ini berisikan mengenai nasehat.
§  Mempunyai sajak a – a
§  Ada jalinan kausal pada baris satu serta baris dua.
§  Satu bait terbagi dalam dua baris.

2)      Puisi Baru
dikenal dengan puisi moderen. Puisi ini nampak pada saat pujangga baru. Lalu dipopulerkan pada th. 1945. Ketika itu Chairil Anwar sebagai pelopor puisi baru. Lahirnya puisi moderen dilatarbelakangi oleh semangat dalam mencari kebebasan untuk bicara. Kebebasan itu tak terikat pada pola – pola estetika yang kaku ataupun patokan – patokan yang membelenggu diri seseorang penyair dalam bicara. Tipe – tipe puisi baru yakni :
o   Tersina yang terbagi dalam tiga baris dalam tiap-tiap satu bait.
o   Kuatren yang terbagi dalam empat baris dalam tiap-tiap satu bait.
o   Kuin yang terbagi dalam lima baris dalam tiap-tiap satu bait.
o   Distikon yang terbagi dalam dua baris untuk tiap-tiap satu bait serta biasanya bersajak sama.
o   Soneta yang terbagi dalam sembilan baris untuk tiap-tiap satu bait.
o   Septima yang terbagi dalam tujuh baris dalam tiap-tiap satu bait.
o   Oktaf yang terbagi dalam atas delapan baris dalam tiap-tiap satu bait.
o   Sektet yang terbagi dalam enam baris dalam tiap-tiap satu bait.

3)       Puisi Bebas
Adalah type puisi yg tidak memerhatikan ketentuan – ketentuan yang ada pada puisi. Puisi bebas tak akan mengutamakan pada pemakaian kata yang indah serta tak efisien.
Pengarang diijinkan untuk lebih ekspresif. Lewat cara memakai pilihan kata yang mempunyai arti. Puisi bebas tak mempunyai ketentuan dalam sajak yang disusun. Pengarang bebas pilih kata sesuai dengan kebutuhannya.

4)        Puisi Kontemporer
Adalah jenis puisi masa kini. Puisi ini mempunyai tujuan untuk mengemukakan kritikan, ide, atau sindiran dari penulis mengenai kehidupan yang ada di sekelilingnya. Puisi kontemporer tak mempedulikan arti dari puisi.
Puisi ini lebih mengutamakan pada batin yang dirasa oleh pengarang tentang satu persoalan. Puisi kontemporer dibedakan lagi berdasar pada berisi, yakni :
Ø  Satire adalah jenis puisi kontemporer yang melukiskan mengenai kepincangan sosial. Bentuk satire yakni sindiran serta kritikan.
Ø  Balada adalah jenis puisi kontemporer yang didapat dari merubah cerita jadi puisi.
Ø  Roman adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai luapan perasaan cinta pada kekasih.
Ø  Himme adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai pujian pada Tuhan.
Ø  Elegi adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai rasa sedih atau ratapan hati seorang.
Ø  Ode adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai pujian atau sanjungan pada seorang.
Ø  Epigram adalah jenis puisi kontemporer yang diisi mengenai ajaran kehidupan, baik sosial, agama, ataupun sopan santun.

7.      Contoh Puisi beserta analisisnya
“HAMPA”

Ketika tembulan telah nampak.
Aku terdiam tanpa sebuah kata.
Dengan tetes air mata
Aku teringat akan cintamu.
Tak ada suara sedikitpun.
Semuanya terdiam, membisu, sunyi…
Ketika rembulan telah nampak.
Seakan wajahmu terlintas sudah.
Dengan senyuman mu yang berlalu.
Aku rindu … rindu akan dirimu …
Semua terasa hampa.
Tubuh ini terasa menjadi kaku.
Mengingat kenangan yang telah lalu bersamamu.
Disebuah malam yang penuh dengan tanda tanya ?
Kembalilah…
Jangan biarkan hati ini terus merindu.
Jangan biarkan hati ini menunggu.
Jangan biarkan hati ini rapuh karenamu.
Aku rindu … rindu akan dirimu…

Unsur Intrinsik Puisi tersebut :
1. Tema
Tema dari puisi diatas adalah kerinduan seorang kekasih. Dimana sang kekasih sedang menunggu kedatangan kekasihnya untuk kembali seperti yang dulu.

2. Rasa dan Nada
Adapun rasa yang terkandung dalam puisi tersebut adalah sabar, pasrah, dan sedih. Sebab itu terlihat dari kata “Dengan tetes air mata” dan “Aku teringat akan dirimu”

3. Pesan atau Amanat
Pesan atau amanat yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ditujukan untuk seorang kekasih yang sedang menjalin sebuah hubungan. Maksudnya adalah jangan pernah pergi, jika tidak sanggup untuk kembali.

4. Rima atau Persajakan
Rima yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Jangan biarkan hati ini merindu “
“Jangan biarkan hati ini menunggu”
“Jangan biarkan hati ini rapuh karenamu”

5. Ritma atau Irama
Ritma yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Jangan biarkan hati ini merindu “
“Jangan biarkan hati ini menunggu”
“Jangan biarkan hati ini rapuh karenamu”

6. Metrum atau Matra
Metrum yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Aku rindu … rindu akan dirimu … “

7. Diksi
Diksi yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Ketika rembulan telah nampak”

8. Gaya Bahasa dan Majas
    Gaya bahasa yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Disebuah malam yang penuh dengan tanda tanya ? “
    Majas yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Jangan biarkan hati ini merindu “
“Jangan biarkan hati ini menunggu”
“Jangan biarkan hati ini rapuh karenamu”



Tolong masukan sumber ya kalau sudah copy blog ini sebagai referensi dan pembelajaran bersama :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar