“ Insyaf”
Segala kupinta tiada kau beri
Segala kutanya tiada kau sahuti
Butalah aku tersendiri sendiri
Penuntun tiada memimpin jari
Maju mundur tiada terdaya
Sempit bumi dunia raya
Runtuh ripuk astana cuaca
Kureka gembira dilapangan dada
Buta tuli bisu kelu
Tertahan aku dimuka dewala
Tertegun aku dijalan buntu
Tertebas putus sutera sempana
Besar benar salah arahku
Hampir benar salah arahku
Hampir tertutup pintu restu
Gapura rahasia jalan bertemu
Insyaf diriku dera durhaka
Gugur tersungkur merenung mata
Samar terdengar suwara suwarni
Sapur melipur merindu temu
Diksi: pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam
puisinya sangat kreatif dan bervariasi. Dengan menggunakan kata – kata yang
sederhana rasa dalam puisi sangatlah mendalam maknanya.
Tema : Penyesalan seseorang yang ingin insyaf karena
kesalahannya.
b) Nada : Nada
yang dipakai oleh pengarang menggunakan nada dengan perasaan rendah diri dan
berserah atas apa yang telah dilakukan
c) Suasana: Suasana
yang muncul dalam puisi tersebut suasana hening dan mendalam
d) Amanat: Pesan
yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pendengarnya yakni untuk insyaf
dan bertaubat atas apa yang pernah kita lakukan selama ini.
“HAMPA”
Ketika tembulan telah nampak.
Aku terdiam tanpa sebuah kata.
Dengan tetes air mata.
Aku teringat akan cintamu.
Tak ada suara sedikitpun.
Semuanya terdiam, membisu, sunyi …
Ketika rembulan telah nampak.
Seakan wajahmu terlintas sudah.
Dengan senyuman mu yang berlalu.
Aku rindu … rindu akan dirimu …
Semua terasa hampa.
Tubuh ini terasa menjadi kaku.
Mengingat kenangan yang telah lalu bersamamu.
Disebuah malam yang penuh dengan tanda tanya ?
Kembalilah…
Jangan biarkan hati ini terus merindu.
Jangan biarkan hati ini menunggu.
Jangan biarkan hati ini rapuh karenamu.
Aku rindu … rindu akan dirimu …
Unsur Intrinsik Puisi
1. Tema
Tema dari puisi diatas adalah kerinduan seorang kekasih.
Dimana sang kekasih sedang menunggu kedatangan kekasihnya untuk kembali seperti
yang dulu.
2. Rasa dan Nada
Adapun rasa yang terkandung dalam puisi tersebut adalah
sabar, pasrah, dan sedih. Sebab itu terlihat dari kata “Dengan tetes air mata”
dan “Aku teringat akan dirimu”
3. Pesan atau Amanat
Pesan atau amanat yang terkandung dalam puisi tersebut
adalah ditujukan untuk seorang kekasih yang sedang menjalin sebuah hubungan.
Maksudnya adalah jangan pernah pergi, jika tidak sanggup untuk kembali.
Diksi
Diksi yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Ketika rembulan telah nampak”
Tolong masukan alamat web ini untuk referensi dan pembelajaran bersama :)
Tolong masukan alamat web ini untuk referensi dan pembelajaran bersama :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar