Rabu, 15 April 2020

Nih, Makalah Novel dan Puisi terlengkap dan sederhana


BAB I
PENDAHULUAN

1.1            LATAR BELAKANG
          Sastra adalah sebuah karya yang indah, baik itu tulisan serta juga lisan. Sastra juga merupakan suatu bentuk dan hasil pekerjaan dan seni kreatif yang obyeknya adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Sebagai seni kreatif yang menggunakan manusia dan segala macam segi kehidupannya maka ia tidak saja merupakan suatu media untuk menyampaikan ide, teori, atau sistem berpikir, tetapi juga merupakan media untuk menampung ide, teori, atau sistem berfikir manusia. Sebagai karya kreatif, sastra harus mampu melahirkan suatu kreasi yang indah dan berusaha menyalurkan kebutuhan keindahan manusia.
            Dikalangan remaja karya satra yang paling diminati biasanya karya sastra berbentuk prosa terutama novel. Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Di dalam sebuah novel, biasanya si pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan si pembaca kepada berbagai macam gambaran realita kehidupan melalui cerita yang terkandung di dalam novel tersebut.
            Lain halnya dengan novel, di era modern dimana semakin pesatnya teknologi didunia. Puisi tidak terlalu digemari kalangan masyarakat. Masyarakat hanya mengutamakan kecanggihan teknologi yang praktis dan  cepat. Puisi merupakan karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang cukup terkenal dikalangan masyarakat.          

1.2            RUMUSAN MASALAH
1.2.1        Apa pengertian Novel secara umum?
1.2.2        Apa pengertian Puisi secara umum?
1.2.3        Apa saja ciri-ciri Novel dan Puisi?
1.2.4        Apa saja jenis - jenis Novel?
1.2.5        Apa saja jenis – jenis Puisi?
1.2.6        Apa unsur-unsur yang terdapat dalam Novel?
1.2.7        Apa saja struktur fisik dan batin dari Puisi?
1.2.8        Contoh Puisi dan analisisnya?
1.2.9        Contoh analisis novel?

1.3            TUJUAN
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat disimpulkan tujuan dari pembuatan makalah ini ialah untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia, menambah pengetahuan dan membahas secara sederhana mengenai Novel dan Puisi. Selain itu, dapat melatih penulis dalam menyusun makalah.

1.4            SISTEMATIKA PENELITIAN
Sistematika dalam penulisan makalah ini memuat halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan 3 bab. Bab pertama adalah pendahuluan, yang berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, sistematika penelitian, sedangkan Bab kedua adalah isi/pembahasan,  Bab ketiga adalah penutup yang terdiri atas kesimpulan dan saran. Dan yang terakhir ialah daftar pustaka.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Pengertian Novel secara umum
                   Novel berasal dari kata Latin novellus yang diturunkan dari kata novies yang berarti “baru”. Dikatakan baru karena kalau dibandingkan dengan jenis-jenis sastra lainnya seperti puisi, drama dan lainnya (Tarigan, 1984: 164). Sebutan novel dalam bahasa Inggris yang kemudian masuk ke Indonesia dalam bahasa Italia novella dan dalam bahasa Jerman novella. Secara harfiah, novella berarti “sebuah barang baru yang kecil”, yang kemudian diartikan sebagai “cerita pendek dalam bentuk prosa” (Nurgiyantoro, 2013: 11—12).
                        Secara singkat novel adalah cipta sastra dengan berbagai masalah kehidupan manusia dan kebahasaan sebagai media pemaparnya, sedangkan dalam buku The American College Dictonary dikemukakan bahwa novel adalah suatu cerita prosa fiktif dalam panjang yang tertentu, yang melukiskan para tokoh, gerak serta adegan kehidupan nyata yang representatif dalam suatu alur atau suatu keadaan yang agak kacau atau kusut (Tarigan, 1984: 164).
                        Novel merupakan pengungkapan dari fragmen kehidupan manusia (dalam jangka yang lebih panjang), di dalamnya terdapat konflik-konflik yang akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan jalan hidup antara para pelakunya (Esten 1978: 12). Dengan kata lain novel adalah cuplikan dari kehidupan manusia dengan jangka yang lebih panjang dan menampilkan konflik-konflik yang menyebabkan perubahan pada setiap pelaku.
                        Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa novel merupakan salah satu genre sastra. Novel adalah karangan prosa fiktif dengan panjang tertentu, yang mengisahkan kehidupan manusia sehari-hari beserta watak serta lingkungan tempat tinggal yang disajikan secara tersusun dengan serangkaian yang saling mendukung antara satu sama lainnya.


2.2     Pengertian Puisi secara umum
                   Secara etimologis istilah puisi berasal dari bahasa Yunani yaitu poites, yang berarti pembangun, pembentuk, pembuat. Dalam bahasa Latin dari kata poeta, yang artinya membangun, menyebabkan, menimbulkan, menyair. Menurut Altenbernd, puisi adalah pendramaan pengalaman yang bersifat penafsiran ( menafsirkan) dalam bahasa berirama. Secara umum, puisi adalah karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya bersifat konotatif.

2.3     Ciri – ciri Novel dan Puisi
                      Novel memiliki ciri – ciri yaitu :
1.      Ditulis dengan narasi atau penjelasan kemudian didukung dengan deskripsi untuk menggambarkan suasana kejadian atau peristiwa.
2.      Alur ceritanya kompleks
3.      Jumlah kata biasanya di atas 10.000 kata
4.      Minimal jumlah halaman sebanyak 100 halaman
5.      Minimal dibaca satu buah novel 2 jam
6.      Skala novel lebih luas dibandingkan cerpen
7.      Sifat dari novel adalah realistis karena pengarang yang lebih tahu dengan situasi yang digambarkan pada novel.

Sedangkan, Puisi memiliki ciri – ciri yaitu :
1)      Tidak terikat jumlah baris, rima, dan Irama
2)      Diksi dalam puisi biasanya bersifat kias
3)      Menggunakan majas
4)      Adanya pemilihan diksi
5)      Menggunakan bahasa konotatif

2.4                      Jenis – jenis novel
Berdasarkan Nyata atau Tidaknya Kejadian :
o   Novel fiksi adalah novel yang tidak nyata atau tidak terjadi pada kehidupan nyata. Contohnya Harry Potter.
o   Novel non-fiksi adalah novel yang pernah ada atau nyata adanya. Contohnya adalah Laskar Pelangi.

      Berdasarkan Genre Ceritanya :
§  Novel romantis adalah novel yang berupa kasih sayang dan cinta. Contohnya Ayat-ayat cinta.
§  Novel horor adalah novel yang berisi tentang hal yang menyeramkan. Contohnya Bangku Kosong.
§  Novel komedi adalah novel yang berisi hal lucu. Contohnya novel Agatha Christie.
§  Novel inspiratif adalah novel yang berisi kisah inspiratif. Contohnya Negeri 5 Menara.

            Berdasarkan Isi dan Tokoh :
Ø  Novel teenlit adalah novel yang berisi tentang remaja. Contohnya adalah novel Dealova.
Ø  Novel chicklit adalah novel yang berisi tentang perempuan muda. Contohnya adalah Miss Jutek.
Ø  Novel songlit adalah novel yang diambil dari sebuah lagu.
Ø  Novel dewasa adalah novel yang berisi tentang cerita orang dewasa. Contohnya adalah novel Saman dan Larung.

2.5                      Jenis – jenis Puisi
1.      Puisi Lama
      Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan-aturan itu adalah jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait,  persajakan ( rima ), dan banyak suku kata tiap baris dan irama. Jenis puisi lama antara lain :
a)      Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
b)      Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
c)      Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
d)     Seloka adalah pantun berklasik berisika pepatah dan perumpamaan.
e)      Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
f)       Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
g)      Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6,8, ataupun 10 baris.

2.      Puisi Baru
      Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata maupun rima. Ciri-ciri puisi baru yaitu bentuknya rapi, simestris, mempunyai persajakan akhir (yang teratur), banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain, tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)dan tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata. Jenis-jenis puisi baru antara lain:
a.       Balada adalah puisi berisi kisah atau cerita.
b.      Hymne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
c.       Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
d.      Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup.
e.       Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis atau kesedihan.
f.       Satire adalah puisi yang berisi sindiran atau kritik.

3. Puisi Kontemporer yaitu puisi berisikan mantra, mbeling, dan konkret.

2.6            Unsur – unsur didalam Novel
1.      Unsur Intrinsik adalah unsur pembangun sastra dalam atau yang ada dalam sastra itu sendiri.
a.       Tema merupakan pokok pikiran yang berfungsi menjadi dasar cerita.
b.      Tokoh adalah seseorang yang menjadi pelaku dalam sebuah novel. Sedangkan penokohan merupakan watak atau karakter dari tokoh yang ada dalam cerita novel.
            Berdasarkan jenis watak, tokoh bisa dibagi menjadi tiga kategori, yakni:
-          Tokoh Protagonis, tokoh yang menjadi pusat dalam cerita. Tokoh utama ini digambarkan sebagai sosok yang baik dan biasanya selalu mendapatkan masalah.
-          Tokoh Antagonis, tokoh yang menjadi lawan dari tokoh utama dalam cerita. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang tidak bersahabat dan selalu membuat konflik.
-          Tokoh Tritagonis, tokoh yang menjadi penengah antara tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang netral, kadang bisa berpihak pada protagonis, kadang pada antagonis. Namun ketika keduanya terlibat dalam konflik, dia menjadi pelerai.
c.       Latar,  meliputi 3 hal yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.
Ø  Latar waktu : Saat dimana tokoh ataupun si pelaku melakukan sesuatu pada saat kejadian peristiwa dalam cerita yang sedang telah terjadi.
Ø  Latar tempat : Dimana tempat tokoh atau si pelaku mengalami kejadian atau peristiwa didalam cerita.
Ø  Latar suasana : Situasi apa saja yang terjadi ketika saat si tokoh atau si pelaku malakukan sesuatu.
d.      Alur : yaitu urutan peristiwa. Ada 2 macam alur yaitu alur maju dan alur mundur.
*      Alur maju yaitu cerita yang peristiwanya sekarang dan kedepan
*      Alur mundur yaitu cerita yang peristiwanya telah berlalu.
e.       Sudut pandang : Cara memposisikan diri pengarang terhadap hasil karyanya. Ada 2 macam sudut pandang yaitu:
ü  Sudut orang pertama (apabila pengarang ikut terlibat dalam cerita tersebut. Pengarang ikut berperan aktif. Ada yang pelaku utama dan juga pelaku sampingan.
ü  Sudut orang ketiga (diaan) apabila pengarang berada di luar cerita. Cerita ini biasanya menggunakan nama orang sebagai tokoh. Ada yang serba tahu dan juga tidak serba tahu.
f.       Amanat : Pesan yang disampaikan pengarang secara tersirat.
g.      Gaya Bahasa merupakan faktor pemicu minat para pembaca.

2.      Unsur-unsur ekstrinsik novel adalah unsur dari luar novel tersebut.
§  Biografi dan latar belakang penulis. Dimana dia tinggal, latar belakang pendidikannya apa, keluarganya, lingkungannya, dan sebagainya.
§  Kisah dibalik layar. Kisah ini biasanya dilatari oleh pengalaman, kesan atau juga harapan dan cita-cita sang pengarang.
§  Nilai yang ada dalam masyarakat. Nilai-nilai ini sering diangkat oleh pengarang dalam ceritanya. Bisa nilai ekonomi, politik, sosial, budaya dan lain sebagainya.
Ø  Nilai Moral, yaitu nilai yang berkaitan dengan ahklak atau budi pekerti baik buruk
Ø  Nilai Sosial, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan norma –norma dalam kehidupan masyarakat (misalnya, saling memberi, menolong, dan tenggang rasa )
Ø  Nilai Budaya, yaitu konsep masalah dasar yang sangat penting dan bernilai dalam kehidupan manusia  (misalnya adat istiadat ,kesenian, kepercayaan, upacara adat )
Ø  Nilai Estetika , yaitu nilai yang berkaitan dengan seni, keindahan dalam karya sastra ( tentang bahasa, alur, tema )

2.7            Struktur Puisi
1.   Struktur fisik puisi terdiri dari :
-Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
-Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
-Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
-Kata konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misalnya kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup. sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
-Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan / meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
-Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup:
o   Onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.)
o   Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi, dan sebagainya).
o   Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

2.      Struktur Batin Puisi terdiri dari :
v  Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
v  Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
v  Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
v  Amanat/tujuan/maksud (itention); yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca



2.8            Contoh Puisi beserta analisisnya
“HAMPA”
Ketika tembulan telah nampak.
Aku terdiam tanpa sebuah kata.
Dengan tetes air mata.
Aku teringat akan cintamu.
Tak ada suara sedikitpun.
Semuanya terdiam, membisu, sunyi …
Ketika rembulan telah nampak.
Seakan wajahmu terlintas sudah.
Dengan senyuman mu yang berlalu.
Aku rindu … rindu akan dirimu …
Semua terasa hampa.
Tubuh ini terasa menjadi kaku.
Mengingat kenangan yang telah lalu bersamamu.
Disebuah malam yang penuh dengan tanda tanya ?
Kembalilah…
Jangan biarkan hati ini terus merindu.
Jangan biarkan hati ini menunggu.
Jangan biarkan hati ini rapuh karenamu.
Aku rindu … rindu akan dirimu …

Unsur Intrinsik Puisi :
1. Tema
        Tema dari puisi diatas adalah kerinduan seorang kekasih. Dimana sang kekasih sedang menunggu kedatangan kekasihnya untuk kembali seperti yang dulu.
2. Rasa dan Nada
Adapun rasa yang terkandung dalam puisi tersebut adalah sabar, pasrah, dan sedih. Sebab itu terlihat dari kata “Dengan tetes air mata” dan “Aku teringat akan dirimu”
3. Pesan atau Amanat
        Pesan atau amanat yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ditujukan untuk seorang kekasih yang sedang menjalin sebuah hubungan. Maksudnya adalah jangan pernah pergi, jika tidak sanggup untuk kembali.
4. Rima atau Persajakan
        Rima yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Jangan biarkan hati ini merindu “
“Jangan biarkan hati ini menunggu”
“Jangan biarkan hati ini rapuh karenamu”
5. Ritma atau Irama
        Ritma yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Jangan biarkan hati ini merindu “
“Jangan biarkan hati ini menunggu”
“Jangan biarkan hati ini rapuh karenamu”
6. Metrum atau Matra
        Metrum yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Aku rindu … rindu akan dirimu … “
7. Diksi
        Diksi yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Ketika rembulan telah nampak”
8. Gaya Bahasa dan Majas
        Gaya bahasa yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Disebuah malam yang penuh dengan tanda tanya ? “
Majas yang terdapat dalam puisi tersebut terletak pada :
“Jangan biarkan hati ini merindu “
“Jangan biarkan hati ini menunggu”
“Jangan biarkan hati ini rapuh karenamu”

2.9            Contoh Analisis Novel
            Dibawah ini merupakan contoh analisis unsur instrinsik dan ekstrinsik novel yang berjudul “Perahu Kertas”.
1.   Unsur Instrinsik
-          Tema                           : Persahabatan
-          Tokoh dan Watak       :
ü  Keenan      : Orang yang cuek namun tekun.
ü  Kugy         : Gadis unik dan ceria.
ü  Noni          : Gadis yang rajin dan disiplin
ü  Eko            : Memiliki sifat penyayang.
ü  Wanda       : Bersifat perhatian dan penyayang.
-          Latar                            :
·         Latar tempat      : Kampus,Rumah ,Warung Makan
·         Latar waktu       : Siang hari, sore dan malam
·         Latar suasana : sedih, bahagia
-          Alur                             : Alur maju dan mundur
-          Gaya Bahasa               : Mudah dimengerti
-          Amanat                       :
            Amanat yang disampaikan dalam novel ini adalah selalu menerapkan sikap sabar dan tabah. Karena sahabat dan jodoh takkan lari kemana setelah kita berusaha.

2.   Unsur Ekstrinsik novel “Perahu Kertas”
Ø  Ekonomi : Keenaan hidup dalam keluarga yang berkecukupan atau kaya
Ø  Sosial : Mempunyai banyak sahabat dan saling membantu satu sama lain
Ø  Religius : Ketika Keenaan mendo’akan orang tuanya yang sedang sakit strok
Ø  Moral: Saling Menghargai, tolong-menolong dalam kebaikan dan rasa saling menghormati.

             
                  
                       

BAB III
PENUTUP

3.1       KESIMPULAN
                          Novel adalah karangan prosa fiktif dengan panjang tertentu, yang mengisahkan kehidupan manusia sehari-hari beserta watak serta lingkungan tempat tinggal yang disajikan secara tersusun dengan serangkaian yang saling mendukung antara satu sama lainnya. Sedangkan, puisi adalah karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya bersifat konotatif. Ada banyak unsur – unsur didalam novel maupun puisi. Setiap karya sastra juga memiliki ciri – ciri yang berbeda –beda sesuai jenisnya.

3.2       SARAN
           Di era modern saat ini, diharapkan untuk kalangan remaja untuk lebih sering membaca karya sastra seseorang maupun membuat karya sastra sendiri.
Dengan membaca kita dapat menambah ilmu pengetahuan. Atau diimulai dengan membuat novel maupun puisi sederhana. Dari itu juga, kita bisa meluangkan ide dan kreativitas kita.












DAFTAR PUSTAKA


Tolong masukan sumber ya kalau sudah copy blog ini sebagai referensi dan pembelajaran bersama :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar