Puntung
Rokok
Suatu
ketika ada seorang laki – laki yang bernama Azam. Saat itu dia sedang pergi ke
Singapura untuk berlibur. Nampaknya dia tidak tahu akan peraturan yang ada di
negara Singapura itu. Dia sedang merokok sendirian sambil duduk di bangku taman.
Karena rokoknya sudah mau habis, dia membuang putung rokoknya begitu saja dan
terjatuh tepat di sisi kanan kakinya. Tanpa dia sangka ada seorang petugas yang
memperhatikanya dan kemudian menegur Azam dengan suara yang sangat tegas. Akan
tetapi dia mengelak jika putung rokok itu adalah miliknya. Petugas itu
terbelalak kebingungan ketika melihat putung rokok itu diambil Azam dan dihisap
lagi. Dengan merasa keheranan petugas itu kemudian pergi meninggalkan Azam.
Terlalu Bersemangat
Di
suatu pagi yang cerah, terdapat seorang guru di sebuah kelas yang sedang
menerangkan kepada murid-muridnya mengenai kurikulum 2013......
Guru :
“Ya, anak-anak akan bapak jelaskan mengenai kurikulum 2013 saat ini, jadi di kurikulum 2013 saat ini,
kita diharuskan untuk lebih aktif dalam pelajaran, contohnya kalian harus aktif
bertanya.”
Murid A
: “Oh, jadi begitu ya, pak”
Guru : “Iya. Selain itu,
sopan santun kalian juga bapak nilai, dari senyum kepada bapak ibu guru,
memberi salam dan lain-lain.”
Murid A : “Jadi, kalo kita bertemu bapak ibu guru kita
harus senyum ya pak?”
Guru : “Iya, kan sudah bapak jelaskan tadi.”
Murid A
: “Pak, apakah buku yang
digunakan di kurikulum 2013 berbeda dengan KTSP?” (mulai tersenyum)
Guru
:
“Ya tentu saja berbeda, kalian sudah disediakan buku di perpustakaan oleh pemerintah, jadi kalian tidak
usah membeli lagi.”
Murid A :
“Pak, mengapa saya belum mendapatkan bukunya?” (sambil tersenyum)
Guru : “Ya, karena kamu belum
meminjamnya di perpustakaan”
Murid A
: “Oh begitu ya, pak. Apakah buku tulis disediakan dari
pemerintah?” (sambil
tersenyum)
Guru : “Iya. Tentu saja tidak,
kalian harus membeli buku tulis sendiri.”
Murid A
: “Buku tulis yang digunakan buku tulis yang besar atau yang kecil
pak?” (sambil tersenyum)
Guru
: “Ya terserah kamu saja. Kamu lebih suka memakai yang besar atau yang
kecil?”
Murid A
: “Oh, begitu. Pak apakah bulpoin yang digunakan boleh memakai bulpoin warna-warni.”
(sambil tersenyum)
Guru : “Ya terserah kamu saja.”
(mulai kesal)
Murid A
: “Pak, apakah kerapian kita dalam memakai seragam juga dinilai?” (sambil tersenyum)
Guru : “Ya tentu saja.” (kesal)
Murid A : “Apakah menolong guru mendapatkan nilai
tambahan pak?” (sambil tersenyum)
Guru
: “Mengapa daritadi kamu bertanya terus dan sambil tersenyum?”
(kesal)
Murid A
: “Kan kata bapak kita harus
aktif bertanya dan selalu tersenyum saat bertemu guru, jadi saya mulai
mempraktikan dari sekarang pak.” (sambil tersenyum)
Guru : “Tidak begitu juga” (kesal)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar