Rabu, 15 April 2020

Contoh dialog tugas bahasa indonesia


Puntung Rokok
Suatu ketika ada seorang laki – laki yang bernama Azam. Saat itu dia sedang pergi ke Singapura untuk berlibur. Nampaknya dia tidak tahu akan peraturan yang ada di negara Singapura itu. Dia sedang merokok sendirian sambil duduk di bangku taman. Karena rokoknya sudah mau habis, dia membuang putung rokoknya begitu saja dan terjatuh tepat di sisi kanan kakinya. Tanpa dia sangka ada seorang petugas yang memperhatikanya dan kemudian menegur Azam dengan suara yang sangat tegas. Akan tetapi dia mengelak jika putung rokok itu adalah miliknya. Petugas itu terbelalak kebingungan ketika melihat putung rokok itu diambil Azam dan dihisap lagi. Dengan merasa keheranan petugas itu kemudian pergi meninggalkan Azam.

Terlalu Bersemangat
Di suatu pagi yang cerah, terdapat seorang guru di sebuah kelas yang sedang menerangkan kepada murid-muridnya mengenai kurikulum 2013......
Guru                            : “Ya, anak-anak akan bapak jelaskan mengenai kurikulum 2013 saat ini,               jadi di kurikulum 2013 saat ini, kita diharuskan untuk lebih aktif dalam  pelajaran, contohnya kalian harus aktif bertanya.”
Murid A           : “Oh, jadi begitu ya, pak”
Guru                            : “Iya. Selain itu, sopan santun kalian juga bapak nilai, dari senyum                     kepada bapak ibu guru, memberi salam dan lain-lain.”
Murid A            : “Jadi, kalo kita bertemu bapak ibu guru kita harus senyum ya pak?”
Guru                  : “Iya, kan sudah bapak jelaskan tadi.”
Murid A     : “Pak, apakah buku yang digunakan di kurikulum 2013 berbeda dengan            KTSP?” (mulai tersenyum)
Guru                : “Ya tentu saja berbeda, kalian sudah disediakan buku di perpustakaan            oleh pemerintah, jadi kalian tidak usah membeli lagi.”
Murid A           : “Pak, mengapa saya belum mendapatkan bukunya?” (sambil                                                   tersenyum)
Guru                 : “Ya, karena kamu belum meminjamnya di perpustakaan”
Murid A   : “Oh begitu ya, pak. Apakah buku tulis disediakan dari pemerintah?”                 (sambil tersenyum)
Guru                : “Iya. Tentu saja tidak, kalian harus membeli buku tulis sendiri.”
Murid A    : “Buku tulis yang digunakan buku tulis yang besar atau yang kecil pak?”           (sambil tersenyum)
Guru     : “Ya terserah kamu saja. Kamu lebih suka memakai yang besar atau                                         yang kecil?”
Murid A  : “Oh, begitu. Pak apakah bulpoin yang digunakan boleh memakai                     bulpoin warna-warni.” (sambil tersenyum)
Guru                : “Ya terserah kamu saja.” (mulai kesal)
Murid A  : “Pak, apakah kerapian kita dalam memakai seragam juga dinilai?”                   (sambil tersenyum)
Guru               : “Ya tentu saja.” (kesal)
Murid A  : “Apakah menolong guru mendapatkan nilai tambahan pak?” (sambil                                       tersenyum)
Guru    : “Mengapa daritadi kamu bertanya terus dan sambil tersenyum?”                                             (kesal)
Murid A   : “Kan kata bapak kita harus aktif bertanya dan selalu tersenyum saat                 bertemu guru, jadi saya mulai mempraktikan dari sekarang pak.”                     (sambil tersenyum)
Guru                : “Tidak begitu juga” (kesal)

Tolong masukan alamat web ini sebagai referensi dan pembelajaran bersama :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar